MicroController
A.
Definisi
Microcontroller
Dengan berkembangnya teknologi mikroprosesor 8 bit
dan 16 bit, seiring dengan itu muncul pula kebutuhan agar perangkat elektronika
dapat dikemas sekecil mungkin. Seperti Atari,
Nintendo, Sega, dan peralatan hiburan serta peralatan rumah tangga seperti AC
dan Audio/Video.
Untuk
mendukung hal tersebut, tidak dapat
dilakukan oleh mikroprosesor standar.
Hal ini dikarenakan mikroprosesor membutuhkan komponen eksternal
tambahan seperti Memori, pengolah analog ke digital dan perangkat komunikasi
serial misalnya. Oleh karena itu
dikembangkanlah chip yang di dalam kemasan tersebut sudah terdapat
mikroprosesor, I/O Pendukung, Memori, bahkan ADC yang dikenal dengan istilah
mikrokontroler. mikrokontroler adalah pengembangan dari mikroprosesor
untuk keperluan instrumentasi ‘sederhana’, misalnya untuk pengaturan motor,
pengaturan permukaan cairan, pengukuran suhu, pH, konduktifitas, aplikasi PLC
sederhana dan semacamnya.
| Bentuk Fisik Microcontroller MCS51 40 Pin |
Mikrokontroler adalah suatu chip
yang dibuat dengan ciri-ciri kekhasannya, biasanya adalah ;
·
Memiliki memory internal relatif sedikit.
·
Memiliki unit I/O langsung
·
Pemroses bit, selain byte
·
Memiliki perintah / program yang langsung berhubungan
dengan I/O
·
Program relatif sederhana.
·
Beberapa varian memiliki memori yang tidak hilang bila
catu padam didalamnya untuk menyimpan program
Sedangkan
dalam hal aplikasi, sistem mikokontroler memiliki karakteristik sebagai
berikut;
·
Memiliki program khusus yang disimpan dalam memori untuk
aplikasi tertentu, tidak seperti PC yang multifungsi karena mudahnya memasukan
program. Program mikrokontroler relatif lebih kecil daripada program-program
pada PC.
·
Konsumsi daya kecil.
·
Rangkaian sederhana dan kompak
·
Murah, karena komponen sedikit
·
Unit I/O yang sederhana, misalnya keypad, LCD, LED,
Latch.Lebih tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem misalnya temperatur,
tekanan, kelembaban dan sebagainya.
B.
Komponen
Microcontroller
Mikrokontroler
dapat disebut sebagai “one chip solution”
karena terdiri dari :
| Komponen Microcontroller |
·
CPU (central processing unit)
CPU
ialah bagian yang paling penting dari suatu mikroprosesor, ia melakukan
pemrosesan data.
·
RAM (Random Access Memory)
RAM
digunakan Untuk menimpan data sementara
·
EPROM/PROM/ROM (Erasable
Programmable Read Only Memory)
ROM
digunakan untuk menyimpan program yang bersifat permanent
·
I/O (input/output) - serial and
parallel
Unit ini berfungsi agar mikrokontroler dapat berkomunikasi
dalam format serial atau paralel, sehingga dapat berkomunikasi dengan mudah
dengan PC dan devais standar digital
lainnya.
·
Timers
·
Timer
berguna untuk mengatur pwaktuan pada
system berbasis mikrokontroler, misal untuk delay atau pencacah.
C.
Jenis
– jenis Microcontroller
1.
AMCC
Hingga Mei 2004, mikrokontroler ini masih dikembangkan dan dipasarkan oleh IBM, hingga kemudian keluarga 4xx dijual ke Applied Micro Circuits Corporation.
·
403
PowerPC CPU (PPC 403GCX).
·
405
PowerPC CPU (PPC 405EP, PPC 405GP/CR, PPC 405GPr, PPC NPe405H/L).
·
440
PowerPC Book-E CPU (PPC 440GP, PPC 440GX, PPC 440EP/EPx/GRx
PPC440SP/SPe).
2.
Atmel
·Atmel AT91 series (ARM THUMB architecture)
·Atmel AVR32
·AT90, Tiny & Mega series – AVR (Atmel Norway design)
·Atmel AT89 series (Intel 8051/MCS51 architecture)
·MARC4
3. Freescale Semiconductor
Hingga 2004, mikrokontroler ini dikembangkan dan dipasarkan olehMotorola, yang divisi semikonduktornya dilepas untuk mempermudah pengembangan Freescale Semiconductor.
·
8-bit
(68HC05 (CPU05), 68HC08 (CPU08), 68HC11 (CPU11))
·
16-bit
(68HC12 (CPU12), 68HC16 (CPU16), Freescale DSP56800 (DSPcontroller))
·
32-bit
(Freescale 683XX (CPU32), MPC500, MPC 860 (PowerQUICC), MPC 8240/8250
4. Fujitsu
·
F²MC
Family (8/16 bit)
·
FR
Family (32 bit)
·
FR-V
Family (32 bit RISC)
5. Microchip
·
Low
End, Mikrokontroler PIC 12-bit
·
Mid
Range, Mikrokontroler PIC 14-bit (PIC16F84, PIC16F877)
·
16-bit
instruction PIC
·
High
End, Mikrokontroler PIC 16-bit
D.
Kelebihan
Microcontroller
Adapun kelebihan dari
mikrokontroller adalah sebagai berikut :
Ø Penggerak pada mikrokontoler
menggunakan bahasa pemograman assembly dengan berpatokan pada kaidah digital
dasar sehingga pengoperasian sistem menjadi sangat mudah dikerjakan sesuai
dengan logika sistem (bahasa assembly ini mudah dimengerti karena menggunakan
bahasa assembly aplikasi dimana parameter input dan output langsung bisa diakses
tanpa menggunakan banyak perintah). Desain bahasa assembly ini tidak
menggunakan begitu banyak syarat penulisan bahasa pemrograman seperti huruf
besar dan huruf kecil untuk bahasa assembly tetap diwajarkan.
Ø Mikrokontroler tersusun dalam satu
chip dimana prosesor, memori, dan I/O terintegrasi menjadi satu kesatuan
kontrol sistem sehingga mikrokontroler dapat dikatakan sebagai komputer mini
yang dapat bekerja secara inovatif sesuai dengan kebutuhan sistem.
Ø Sistem running microcontroller
berdiri sendiri tanpa tergantung dengan komputer sedangkan parameter komputer
hanya digunakan untuk download perintah instruksi atau program. Langkah-langkah
untuk download komputer dengan mikrokontroler sangat mudah digunakan karena
tidak menggunakan banyak perintah.
Ø Pada mikrokontroler tersedia
fasilitas tambahan untuk pengembangan memori dan I/O yang disesuaikan dengan
kebutuhan sistem.
Ø Harga microcontroller lebih murah
dan mudah didapat.
Sumber :
No comments:
Post a Comment