Definisi
Arsitektur Komputer
Dalam
bidang teknik komputer, arsitektur komputer
adalah konsep perencanaan dan struktur pengoperasian dasar dari suatu sistem komputer.
Arsitektur komputer ini merupakan rencana cetak-biru dan deskripsi fungsional
dari kebutuhan bagian perangkat keras yang didesain (kecepatan proses dan
sistem interkoneksinya). Dalam hal ini, implementasi perencanaan dari
masing–masing bagian akan lebih difokuskan terutama, mengenai bagaimana CPU akan bekerja, dan
mengenai cara pengaksesan data dan alamat dari dan ke memori cache,
RAM, ROM, cakram keras,
dll). Beberapa contoh dari arsitektur komputer ini adalah arsitektur von Neumann, CISC, RISC, blue Gene,
dll.
Arsitektur
komputer juga dapat didefinisikan dan dikategorikan sebagai ilmu dan
sekaligus seni mengenai cara interkoneksi komponen-komponen perangkat keras
untuk dapat menciptakan sebuah komputer yang memenuhi kebutuhan fungsional,
kinerja, dan target biayanya.
Aplikasi Utama
A.
1.
HTTP
HTTP merupakan
singkatan dari HyperText Transfer Protocol. Pengertian HTTP
/ Definisinya adalah sebuah protokol untuk melakukan akses antara client
dan server. Client dan server masing-masing salaing menerima dan menjawab request
keduanya. Sebuh client HTTP seperti web browser, biasanya memulai permintaan
dengan membuat hubungan TCP/IP ke port tertentu di tempat yang jauh (biasanya
port 80 atau 8080). Sebuah server HTTP yang mendengarkan di port tersebut
menunggu client mengirim kode permintaan (request) yang akan meminta halaman
yang sudah ditentukan, diikuti dengan pesan MIME yang memiliki beberapa
informasi kode kepala yang menjelaskan aspek dari permintaan tersebut, diikut
dengan badan dari data tertentu.
HTTP berkomunikasi melalui TCP / IP. Klien HTTP terhubung ke server HTTP menggunakan TCP. Setelah membuat sambungan, klien dapat mengirim pesan permintaan HTTP ke server. HTTP digunakan untuk mengirimkan permintaan dari klien web (browser) ke web server, dikembali kan ke konten web (halaman web) dari server ke klien.
HTTP berkomunikasi melalui TCP / IP. Klien HTTP terhubung ke server HTTP menggunakan TCP. Setelah membuat sambungan, klien dapat mengirim pesan permintaan HTTP ke server. HTTP digunakan untuk mengirimkan permintaan dari klien web (browser) ke web server, dikembali kan ke konten web (halaman web) dari server ke klien.
2.
HTML
HTML (Hyper Text Markup Language) adalah sebuah bahasa markup
yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web dan menampilkan berbagai
informasi di dalam sebuah browser Internet. Bermula dari sebuah bahasa yang
sebelumnya banyak digunakan di dunia penerbitan dan percetakan yang disebut
dengan SGML (Standard Generalized Markup Language), HTML adalah sebuah
standar yang digunakan secara luas untuk menampilkan halaman web. HTML saat ini
merupakan standar Internet yang didefinisikan dan dikendalikan penggunaannya
oleh World Wide Web Consortium (W3C).
HTML berupa kode-kode tag yang
menginstruksikan browser untuk menghasilkan tampilan sesuai dengan yang
diinginkan. Sebuah file yang merupakan file HTML dapat dibuka dengan
menggunakan browser web seperti Mozilla Firefox atau Microsoft Internet
Explorer. HTML juga dapat dikenali oleh aplikasi pembuka email ataupun dari PDA
dan program lain yang memiliki kemampuan browser.
HTML dokumen tersebut mirip dengan
dokumen teks biasa, hanya dalam dokumen ini sebuah teks bisa memuat instruksi
yang ditandai dengan kode atau lebih dikenal dengan TAG tertentu. Sebagai
contoh jika ingin membuat teks ditampilkan menjadi tebal seperti: TAMPIL
TEBAL, maka penulisannya dilakukan dengan cara: <b>TAMPIL
TEBAL</b>. Tanda <b> digunakan untuk mengaktifkan instruksi cetak
tebal, diikuti oleh teks yang ingin ditebalkan, dan diakhiri dengan tanda
</b> untuk menonaktifkan cetak tebal tersebut.
Secara garis besar, terdapat 4 jenis
elemen dari HTML:
·
structural. tanda yang menentukan level atau tingkatan dari sebuah
teks (contoh, <h1>Golf</h1> akan memerintahkan browser untuk
menampilkan “Golf” sebagai teks tebal besar yang menunjukkan sebagai Heading 1
·
presentational. tanda yang menentukan tampilan dari sebuah teks tidak
peduli dengan level dari teks tersebut (contoh, <b>boldface</b>
akan menampilkan bold. Tanda presentational saat ini sudah mulai
digantikan oleh CSS dan tidak direkomendasikan untuk mengatur tampilan teks,
·
hypertext. tanda yang menunjukkan pranala ke bagian dari dokumen
tersebut atau pranala ke dokumen lain (contoh, <a
href="http://www.ilmukita.com/">IlmuKita</a> akan
menampilkan IlmuKita sebagai
sebuah hyperlink ke URL tertentu),
·
Elemen widget yang membuat
objek-objek lain seperti tombol (<button>), list (<li>), dan garis
horizontal (<hr>).
Selain markup presentational
, markup yang lin tidak menentukan bagaimana tampilan dari sebuah teks. Namun
untuk saat ini, penggunaan tag HTML untuk menentukan tampilan telah dianjurkan
untuk mulai ditinggalkan dan sebagai gantinya digunakan Cascading Style Sheets.
3.
Internet
Internet merupakan
jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat pada
tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project
Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan
software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam
jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET merancang bentuk
jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya
semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol
baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu
adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika
Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang
tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi
masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi
terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya
menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of
California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu
jaringan terpadu pada tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada
bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh
daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga
membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah
manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan
"ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti,
universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama
DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Internet dijaga oleh perjanjian
bilateral atau multilateral dan spesifikasi teknikal (protokol yang menerangkan
tentang perpindahan data antara rangkaian). Protokol-protokol ini dibentuk
berdasarkan perbincangan Internet Engineering Task Force
(IETF), yang terbuka kepada umum. Badan ini mengeluarkan dokumen yang dikenali
sebagai RFC
(Request for Comments). Sebagian dari RFC dijadikan Standar Internet (Internet
Standard), oleh Badan Arsitektur Internet (Internet Architecture Board - IAB).
Protokol-protokol Internet yang sering digunakan adalah seperti, IP, TCP, UDP, DNS, PPP, SLIP, ICMP, POP3, IMAP, SMTP, HTTP, HTTPS, SSH, Telnet, FTP, LDAP, dan SSL.
Beberapa layanan populer di Internet
yang menggunakan protokol di atas, ialah email/surat
elektronik, Usenet, Newsgroup, berbagi berkas (File Sharing), WWW (World Wide Web),
Gopher, akses sesi (Session Access), WAIS, finger, IRC, MUD, dan MUSH. Di antara semua ini, email/surat
elektronik dan World Wide Web lebih kerap digunakan, dan lebih
banyak servis yang dibangun berdasarkannya, seperti milis (Mailing List) dan
Weblog. Internet memungkinkan adanya servis terkini (Real-time service),
seperti web radio, dan webcast, yang dapat diakses di seluruh dunia. Selain itu
melalui Internet dimungkinkan untuk berkomunikasi secara langsung antara dua
pengguna atau lebih melalui program pengirim pesan instan seperti Camfrog,
Pidgin (Gaim),
Trilian, Kopete, Yahoo!
Messenger, MSN Messenger Windows Live Messenger, Twitter,Facebook
dan lain sebagainya.
Beberapa servis Internet populer yang
berdasarkan sistem tertutup (Proprietary System), adalah seperti IRC, ICQ, AIM, CDDB, dan Gnutella.
4.
Web Server
Tahun 1989, Tim Berners-Lee
mengajukan pada perusahaannya, CERN (European Organization for Nuclear
Research) sebuah proyek yang bertujuan untuk mempermudah pertukaran informasi
antar para peneliti dengan menggunakan sistem hiperteks. Sebagai hasil atas
implementasi proyek ini, tahun 1990 Berners-Lee menulis dua program komputer:
·
sebuah peramban yang dinamainya
sebagai WorldWideWeb;
·
server web pertama di dunia, yang
kemudian dikenal sebagai CERN httpd, yang berjalan pada sistem operasi
NeXTSTEP.
Dari tahun 1991 hingga 1994, kesederhanaan serta efektifitas
atas teknologi yang digunakan untuk berkunjung serta bertukar data melalui World Wide Web
membuat kedua aplikasi tersebut diadopsi pada sejumlah sistem operasi agar
dapat digunakan oleh lebih banyak individu, ataupun kelompok. Awalnya adalah
organisasi penelitian, kemudian berkembang dan digunakan di lingkungan
pendidikan tinggi, dan akhirnya digunakan dalam industri bisnis.
Tahun 1994, Tim Berners-Lee memutuskan untuk membakukan
organisasi World Wide Web Consortium (W3C) untuk mengatur
pengembangan-pengembangan lanjut atas teknologi-teknologi terkait lainnya
(HTTP, HTML, dan lain-lain) melalui proses standardisasi.
Server web atau peladen web
dapat merujuk baik pada perangkat keras ataupun perangkat
lunak yang menyediakan layanan akses kepada pengguna melalui
protokol komunikasi HTTP
atau HTTPS
atas berkas-berkas yang terdapat pada suatu situs web
dalam layanan ke pengguna dengan menggunakan aplikasi tertentu seperti peramban web.
Pengunaan paling umum server web
adalah untuk menempatkan situs web, namun pada prakteknya penggunaannya
diperluas sebagai tempat peyimpanan data ataupun untuk menjalankan sejumlah
aplikasi kelas bisnis.
Fungsi utama sebuah server web adalah
untuk mentransfer berkas atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi
yang telah ditentukan. Disebabkan sebuah halaman web
dapat terdiri atas berkas teks, gambar, video, dan lainnya pemanfaatan server
web berfungsi pula untuk mentransfer seluruh aspek pemberkasan dalam sebuah
halaman web yang terkait; termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau
lainnya.
Pengguna, biasanya melalui aplikasi
pengguna seperti peramban web, meminta layanan atas berkas
ataupun halaman web yang terdapat pada sebuah server web, kemudian server
sebagai manajer layanan tersebut akan merespon balik dengan mengirimkan halaman
dan berkas-berkas pendukung yang dibutuhkan, atau menolak permintaan tersebut
jika halaman yang diminta tidak tersedia.
saat ini umumnya server web telah
dilengkapi pula dengan mesin penerjemah bahasa skrip
yang memungkinkan server web menyediakan layanan situs web dinamis dengan
memanfaatkan pustaka tambahan seperti PHP, ASP.
Pemanfaatan server web saat ini tidak
terbatas hanya untuk publikasi situs web dalam World Wide
Web, pada prakteknya server web banyak pula digunakan dalam
perangkat-perangkat keras lain seperti printer, router, kamera web
yang menyediakan akses layanan http dalam jaringan lokal yang ditujukan untuk
menyediakan perangkat manajemen serta mempermudah peninjauan atas perangkat
keras tersebut.
5.
Browser
Web Browser adalah suatu program atau software yang
digunakan untuk menjelajahi internet atau untuk mencari informasi dari suatu
web yang tersimpan didalam komputer. Awalnya, web browser berorientasi pada
teks dan belum dapat menampilkan gambar. Namun, web browser sekarang tidak
hanya menampilkan gambar dan teks saja, tetapi juga memutar file multimedia
seperti video dan suara. Web browser juga dapat mengirim dan menerima email,
mengelola HTML, sebagai input dan menjadikan halaman web sebagai hasil output
yang informative.
Browser pertama kali digunakan pada tahun 1993 yang diberi
nama browser Mosaic. Mosaic adalah nama browser yang diciptakan oleh tim dari
National Center for Supercomputing
Applications
at the University of illinois at Urbana-Champaign
(NCSA-UIUC) tidak lama setelah ditemukannya media baru untuk penyebaran
informasi yaitu WWW (World Wide Web). Browser Mosaic pada masa awal lahirnya
sangat digandrungi oleh para penjelajah internet. Hal itu terjadi karena
Browser Mosaic adalah alat penjelajah internet pertama yang memiliki tampilan
grafis dan terlihat lebih menarik. Kepopuleran Mosaic ternyata tidak bertahan
lama, pada tahun 1994 browser Mosaic mulai ditinggalkan dengan hadirnya
Netscape Navigator. Setelah itu bermunculan-lah browser-browser baru dengan
kemampuan yang terus ditingkatkan hingga sampai saat ini.
Dengan menggunakan web browser, para pengguna internet dapat
mengakses berbagai informasi yang terdapat di internet dengan mudah. Beberapa
contoh web browser diantaranya Internet Explorer, Mozilla, Firefox, Safari,
Opera, dll. Hal yang perlu diketahui dalam pencarian suatu informasi adalah
pemahaman tentang struktur Fungsi Web Browser adalah untuk menampilkan dan
melakukan interaksi dengan dukumen-dokumen yang disediakan oleh web server.
6.
Transaction
Transaction
Processing Systems (TPS) Sistem informasi komputerisasi yang dikembangkan untuk
memproses data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti
daftar gaji dan inventarisasi. Transaction Processing System (TPS)
adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses
data-data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji
dan inventarisasi. TPS menghapus rasa bosan saat
melakukan transaksi operasional sekaligus mengurangi waktu, meskipun orang
masih harus memasukkan data ke sistem komkputer secara manual.Transaction
Processing System merupakan sistem tanpa batas yang memungkinkan organisasi
berinteraksi dengan lilngkungan eksternal. Karena manajer melihat data-data
yang dihasilkan oleh TPS untuk memperbaharui informasi setiap menit mengenai
apa yang terjadi di perusahaan mereka. Dimana hal ini sangat peting bagi
operasi bisnis dari hari ke hari agar sistem-sistem ini dapat berfungsi dengan
lancar dan tanpa interupsi sama sekali.Transaction processing systems (TPS)
berkembang dari sistem informasi manual untuk sistem proses data dengan bantuan
mesin menjadi sistem proses data elektronik (electronic data processing systems).
Transaction processing systems mencatat dan memproses data hasil dari transaksi
bisnis, seperti penjualan, pembelian, dan perubahan persediaan/inventori.
Transaction processing systems menghasilkan berbagai informasi produk untuk
penggunaan internal maupun eksternal. Sebagai contoh, TPS membuat pernyataan
konsumen, cek gaji karyawan, kuitansi penjualan, order pembelian, formulir
pajak, dan rekening keuangan. TPS juga memperbaharui database yang digunakan
perusahaan untuk diproses lebih lanjut oleh SIM.
B.
1. User Generated Content
Saat ini kita sering bahkan
interest ketika mengunjungi atau mengakses situs-situs seperti Wikipedia,
YouTube, Flickr, DeviantArt,
Blogspot/Wordpress, KasKus dan situs serupa
lainnya. Tentu saja alasannya, karena konten dari website tersebut begitu fresh
dan menarik, baik itu tersaji dalam bentuk teks, postingan blog, foto, gambar,
video hingga bentuk percakapan/diskusi.
Pernahkah kalian bertanya, Apakah
para pemilik atau founder situs-situs tersebut
memproduksi sendiri konten yang jumlahnya sangat besar dan beraneka ragam itu ?
Oh, hampir tidak sama sekali. Mereka (founder) hanya menyediakan suatu
platform web atau semacam aplikasi berbasis web dengan fungsi
tertentu, kemudian selanjutnya para pengunjung atau user bisa sign
up/sign in dan mengupload content mereka sendiri baik itu dalam
bentuk teks, gambar, foto, audio maupun video. Content dari para
pengguna itulah yang menjadi isi utama situs-situs tersebut.
Situs-situs yang saya jelaskan di
atas layaknya sebuah ember tadah hujan raksasa yang dapat mewadahi berbagai
macam konten langsung dari para pengguna. Kita tidak perlu melamar ke
perusahaan Youtube untuk dapat mengisi konten video di dalamnya, kita tidak
perlu jadi pegawai WordPress untuk bisa ngeblog di sana. Fenomena menarik
inilah yang dinamakan dengan istilah User Generated Content.
User Generated Content (UCG) adalah berbagai jenis content
yang tersedia secara publik dan diproduksi oleh para end-user
(Wikipedia.org) .
Kunci utama dalam User Generated
Content adalah sebuah participatory atau partisipasi. Para founder
situs-situs di atas pasti berfikir, bagaimana agar jutaan pengguna internet
tertarik untuk masuk dan berpartisipasi. Manfaat aplikasi web yang menarik,
kemudahan penggunaan, interface yang nyaman, layanan terjamin, knowledge
sharing mungkin bisa membuat pengguna tertarik untuk mencoba dan
berpartisipasi di dalamnya.
Sebagian kalangan mengatakan User
Generated Content ini sebagai Perbudakan 2.0. Mereka
(para Founder) tidak perlu susah-susah untuk mengupdate konten situsnya
sendiri, cukup membuat aplikasi web kemudian mempekerjakan jutaan pengguna
internet untuk mengisi konten utamanya. Mereka (jutaan pengguna intenet) tidak
dibayar dari menulis konten tapi founder mendapatkan banyak benefit
dengan situs yang mereka tawarkan. Inilah Perbudakan 2.0.
2. Blog
Media blog pertama kali
dipopulerkan oleh Blogger.com,
yang dimiliki oleh Pyra Labs sebelum akhirnya PyraLab diakuisisi
oleh Google.Com
pada akhir tahun 2002 yang lalu. Semenjak itu, banyak terdapat aplikasi-aplikasi
yang bersifat sumber terbuka yang diperuntukkan kepada
perkembangan para penulis blog
tersebut.
Blog mempunyai fungsi yang sangat
beragam,dari sebuah catatan harian, media publikasi dalam sebuah kampanye
politik, sampai dengan program-program media dan perusahaan-perusahaan.
Sebagian blog dipelihara oleh seorang penulis tunggal, sementara sebagian lainnya
oleh beberapa penulis, . Banyak juga weblog yang memiliki fasilitas interaksi
dengan para pengunjungnya, seperti menggunakan buku tamu dan kolom komentar
yang dapat memperkenankan para pengunjungnya untuk meninggalkan komentar atas
isi dari tulisan yang dipublikasikan, namun demikian ada juga yang yang
sebaliknya atau yang bersifat non-interaktif.
Situs-situs web yang saling berkaitan
berkat weblog, atau secara total merupakan kumpulan weblog sering disebut
sebagai blogosphere. Bilamana
sebuah kumpulan gelombang aktivitas, informasi dan opini yang sangat besar
berulang kali muncul untuk beberapa subyek atau sangat kontroversial terjadi
dalam blogosphere, maka hal itu sering disebut sebagai blogstorm
atau badai blog.
Blog merupakan
singkatan dari web log[1] adalah bentuk aplikasi web yang menyerupai
tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web
umum. Tulisan-tulisan ini seringkali dimuat dalam urut terbalik (isi terbaru
dahulu baru kemudian diikuti isi yang lebih lama), meskipun tidak selamanya
demikian. Situs web seperti ini biasanya dapat diakses oleh semua pengguna Internet sesuai dengan
topik dan tujuan dari si pengguna blog tersebut.
3. Sosial Network
Media sosial (Social Networking) adalah sebuah media online dimana
para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi
meliputi blog, sosial network atau jejaring
sosial, wiki, forum dan dunia virtual.
Blog, jejaring sosial dan wiki mungkin merupakan bentuk media sosial yang
paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Andreas Kaplan dan Michael Haenlein
mendefinisikan media sosial sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis
internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang
memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content"
Sementara jejaring sosial merupakan
situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung
dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial
terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional
menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan
internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi
dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta
membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.
C
1. Semantic Web Summary
Menurut Jhon Markoff, WEB SEMANTIK adalah sekumpulan
teknologi yang menawarkan cara baru yang efisien dalam membantu komputer
mengorganisasi dan menarik kesimpulan dari data online. Melalui web
semantik inilah berbagai perangkat lunak akan mampu mencari, membagi, dan
mengintegrasi informasi dengan cara yang lebih mudah.
Jadi, Web semantik ( semantic web ) adalah perkembangan dari
www ( world wide web ) pada tahun 2002, dimana konten web yang di tampilkan
tidak hanya dengan format bahasa manusia yang umum tetapi juga bisa di baca dan
digunakan oleh bahasa mesin.
Sehingga
Semantic Web Summary dibagi menjadi :
a.
XML
XML (eXtensible Markup Language)
merupakan bahasa web turunan dari SGML (Standart Generalized Markup Language)
yang ada sebelumnya. XML hampir sama dengan HTML, dimana keduanya sama-sama
turunan dari SGML. Teknologi XML dikembangkan mulai tahun 1966 dan mendapatkan
pengakuan dari Worl Wide Web Consortium (W3C) pada bulan Februari 1998.
Sedangkan SGML sendiri telah dikembangkan pada awal tahun 1980-an. Pada saat
HTML dikembangkan pada tahun 1990, para penggagas XML mengadopsi bagian paling
penting SGML dan dengan berpedoman pada pengembangan HTML menghasilkan bahasa
markup yang tidak kalah hebatnya dengan SGML.
Secara sederhana XML adalah suatu
bahasa yang digunakan untuk mendeskripsikan dan memanipulasi dokumen secara
terstruktur. Secara teknis XML didefinisikan sebagai suatu bahasa meta-markup
yang menyediakan format tertentu untuk dokumen-dokumen yang mempunyai data
terstruktur. Bahasa markup adalah mekanisme untuk mengenal secara terstruktur
di dokumen. XML adalah suatu aplikasi profil dari SGML. Seperti yang
didefinisikan dari ISO 8879, SGML adalah cara standart dan
vendor-independent.
XML tidak mempunyai definisi secara
tepat karena ada yang berpendapat bahwa XML bukanlah suatu bahasa
pemrograman,melainkan XML merupakan sintaks yang digunakan untuk menjelaskan
bahasa markup lain (Dournaee,2002), sehingga dinamakan meta-language. Meskipun
demikian pendapat yang XML bukan merupakan bahasa markup, didasarkan bahwa XML
merupakan bahasa markup terpisah untuk tujuan terpisah. Selain itu XML bukanlah
solusi semua hal untuk tujuan semua user. Sedangkan peran dari markup itu
sendiri berupa:
1)
Markup
dapat menambah maksud arti (semantic) suatu data.
2)
Dapat
memisahkan data.
3)
Dapat
mendefinisikan peran data.
4)
Dapat
mendefinisikan batasan data.
5)
Dapat menfenisikan
keterhubungan data.
b.
RDF
Resource Description Framework (RDF) merupakan sebuah model
sederhana untuk mendeskripsikan hubungan antara sumber-sumber daya yang
merupakan properti-properti dan values. RDF properti-properti dapat sebagai
atribut dari sebuah sumber daya. RDF Properti-properti dapat mereprensentasikan
hubungan antara sumber daya. RDF Data Model dapat disusun dari sebuah diagram
entity-relationship, tetapi tidak menyediakan mekanisme untuk mendeskripsikan
properti-properti-nya dan tidak dapat menyediakan mekanisme untuk menjelaskan
hubungan antara properti-properti tersebut dengan sumber lain. RDF Vocabulary
menyediakan bahasa untuk mendeskripsikan class dan properti-properti yang dapat
digunakan untuk menjelaskan class dan properti-properti lain.
Sesungguhnya ‘arti’ kata menerangkan dalam RDF atau RDFS
tergantung oleh beberapa faktor, termasuk peraturan sosial, bahasa natural atau
penghubung ke dokumen lain. Banyak diantara arti-arti tersebut tidak dapat
diakses oleh mesin.
RDF tidak memaksakan pembatasan logic pada domain dan range
dari properti-properti. Dalam praktiknya sebuah properti-properti dapat
diaplikasikan ke dalam dirinya sendiri. Sebagai contoh, diperbolehkan sebuah
class ‘universal’ untuk menampung class-nya sendiri sebagai anggota, secara
umum terdapat pada klasifikasi teratas.
c.
OWL
OWL (Web Ontology Language) adalah salah
satu bentuk ontology yang memang dirancang dengan tujuan untuk digunakan oleh
aplikasi yang perlu memproses isi informasi ketimbang menampilkan informasi
untuk konsumsi manusia. OWL merupakan rekomendasi W3C (World Wide Web
Consortium) dalam penulisan ontology untuk web untuk web semantic. OWL
dituliskan dalam syntax XML (eXtended Markup Language). Selain XML dalam OWL
digunakan juga bahasa XMLS (XML Schema), RDF (Resource Description Framework)
dan RDFS (RDF Schema) dan OWL itu sendiri.
d.
Micro Formats
Microformats adalah pola sederhana
pada HTML yang mewakili hal-hal publikasi umum seperti orang, kegiatan,
blog posts,
tinjauan
dan label
pada halaman web.
Microformats memungkinkan ketepatan
publikasi informasi pada web lebih akurat; lebih cepat dan sederhana untuk
diberikan kepada feeds dan APIs pada informasi website Anda.
Konsep mencakup hal baru pada Microformats, dimana rumusan
spesifikasinya belum lengkap. Konsep adalah sesuatu yang lazim dalam proses pengembangan (lihat diskusi eksplorasi
bahwa upaya peningkatan tersebut tak jauh dari sebuah proses). Stabilitas pada
dokumen ini tidak dapat dijamin, dan pengguna harus siap mengkiuti perubahan
yang akan datang. Silahkan mengamati halaman wiki untuk melihat tiap
perubahannya.
·
rel-directory - to indicate that the destination of a hyperlink is a
directory listing containing an entry for the current page
e.
Micro Data
Microdata merupakan perkembangan
bahasa markup yang masih termasuk kedalam machine-readable metadata (mesin
pembaca metadata) untuk menguraikan konten web. Tag HTML, Microdata dan
Microformat adalah bahasa markup unik yang saling melengkapi satu sama lain dan
ketiganya sangat membantu mesin pencari dalam merayapi halaman-halaman web.
Diantara ketiganya, microdata merupakan perkembangan bahasa markup terbaru yang
keberadaannya memberikan persaingan selaras terhadap microformat yang
menggunakan standar RDFa. Dalam penggunaannya, sebenarnya para webmaster bebas
untuk menentukan format markup-nya, boleh menggunakan microformat saja,
microdata saja atau menggunakan keduanya. Namun webmaster terutama Google
menyarankan penggunaan kedua format tersebut.
Microdata
adalah bagian dari spesifikasi HTML5. Namun juga tergantung pada perubahan
kosakata dan atribut baru dalam penerapan metadata. Dan itu tidak dibatasi
untuk setiap jenis tertentu dari konten web, untuk dapat menjelaskan konten
unik yang tidak mampu ditangani oleh Microformat. Selanjutnya, microdata dapat
menggunakan notasi DOM, yang dapat membuat parsing metadata lebih mudah.
Ada dua standar
kosakata microdata yang digunakan saat ini yaitu kosakata dari
data-vocabulary.org dan kosakata dari schema.org. Namun dari keduanya, beberapa
webmaster terutama Google menyarankan penggunaan kosakata dari schema.org,
dengan alasan kosakata schema.org lebih banyak dan lebih fleksibel dari pada
kosakata data-vocabulary. Walau contoh yang diberikan oleh Google masih
menggunakan data-vocabulary namun disarankan pada webmaster untuk menggunakan
Schema yang lebih banyak kosakatanya dan kemungkinan kedepannya,
data-vocabulary tidak lagi digunakan.
D
1. Web Security
Sejak tahun 1990-an, internet berkembang pesat ke seluruh
dunia karena semakin mudahnya akses informasi ke jejaring internet, dengan
menggunakan teknologi WWW (World Wide Web) dan juga dukungan visi PC (Personal
Computer)-nya Microsoft, serta perkembangan open source OS Linux yang sangat
pesat. Saat ini, internet telah menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari
sebagai salah satu wahana komunikasi dalam bisnis maupun untuk privat. Tetapi
di balik itu masih banyak lubang kelemahan sistem. Di masyarakat
umum, istilah hacker ini banyak tersalahgunakan atau rancu dengan istilah
Cracker. Khususnya ketika pembahasan mengarah kepada kejahatan. Dimana istilah
untuk penjahat yang mereka maksud sebenarnya adalah Cracker. Hacker dianggap
sebagai orang yang paling bertanggungjawab dalam kejahatan komputer tersebut.
Padahal kalau kita melihat apa sebenarnya istilah dan apa saja yang dilakukan
oleh hacker maka anggapan tersebut tidak selalu benar. Ada beberapa tipe para
penggila teknologi computer seperti berikut ini :
a. – Hacker
Sekumpulan orang/team yang tugasnya membangun serta menjaga
sebuah sistem sehingga dapat berguna bagi kehidupan dunia teknologi informasi,
serta penggunanya. hacker disini lingkupnya luas bisa bekerja pada field
offline maupun online, seperti Software builder(pembuat/perancang aplikasi),
database administrator, dan administrator. Namun dalam tingkatan yang diatas
rata-rata dan tidak mengklaim dirinya sendiri, namun diklaim oleh kelompoknya,
maka dari itu hacker terkenal akan kerendahan hati dan kemurahan memberikan
segenap ilmunya.
b. – Cracker
Seorang/sekumpulan orang yang memiliki kemampuan lebih dalam
merusak sebuah sistem sehingga fungsinya tidak berjalan seperti normalnya, atau
malah kebalikannya, sesuai keinginan mereka, dan mereka memang diakui memiliki
kemampuan yang indigo dan benar-benar berotak cemerlang. Biasanya cracker ini
belum dikategorikan kejahatan didunia maya, karena mereka lebih sering merubah
aplikasi, seperti membuat keygen, crack, patch(untuk menjadi full version).
c. – Defacer
Seorang/Sekumpulan orang yang mencoba untuk mengubah halaman
dari suatu website atau profile pada social network(friendster, facebook,
myspace), namun yang tingkatan lebih, dapat mencuri semua informasi dari profil
seseorang, cara mendeface tergolong mudah karena banyaknya tutorial diinternet,
yang anda butuhkan hanya mencoba dan mencoba, dan sedikit pengalaman tentang
teknologi informasi.
d. – Carder
Seorang/sekumpulan lamers yang mencoba segala cara untuk
mendapatkan nomor kartu kredit seseorang dan cvv2nya dengan cara menipu,
menggenerate sekumpulan kartu kredit untuk kepentingan dirinya sendiri. Namun
pada tingkatan tertentu carder dapat mencuri semua informasi valid dari sebuah
online shopping. Ini adalah Malingnya dunia Maya.
e. – Frauder
Seorang/sekumpulan orang yang mencoba melakukan penipuan
didunia pelelangan online, belum ada deskripsi jelas tentang orang ini, mereka
sering juga dikategorikan sebagai carder.
Apa security itu?
Definisi Statis :
<> Kerahasiaan
<>Keutuhan
<> Dapat dipertanggung jawabkan
Defenisi Dinamis :
<> Taksiran
<> Proteksi
<> Deteksi
<> Reaksi
Definisi Statis :
<> Kerahasiaan
<>Keutuhan
<> Dapat dipertanggung jawabkan
Defenisi Dinamis :
<> Taksiran
<> Proteksi
<> Deteksi
<> Reaksi
Jenis Jenis Serangan
Berikut adalah 10(sepuluh) dafttar celah yang dapat
menyebabkan website terancam.
1 – Cross Site Scripting (XSS)
Celah XSS, adalah saat pengguna web aplikasi dapat
memasukkan data dan mengirimkan ke web browser tanpa harus melakukan validasi
dan encoding terhadap isi data tersebut, Celah XSS mengakibatkan penyerang
dapat menjalankan potongan kode (script) miliknya di browser target, dan
memungkinkan untuk mencuri user session milik target, bahkan sampai menciptakan
Worm.
2 – Injection Flaws
Celah Injeksi, umumnya injeksi terhadap SQL (database) dari
suatu aplikasi web. Hal ini mungkin terjadi apabila pengguna memasukkan data
sebagai bagian dari perintah (query) yang menipu interpreter untuk menjalankan
perintah tersebut atau merubah suatu data.
3 – Malicious File Execution
Celah ini mengakibatkan penyerang dapat secara remote
membuat file yang berisi kode dan data untuk di eksekusi, salah satunya adalah
Remote file inclusion (RFI).
4 – Insecure Direct Object Reference
Adalah suatu celah yang terjadi saat pembuat aplikasi web
merekspos referensi internal penggunaan objek, seperti file, direktori,
database record, dll
5 – Cross Site Request Forgery (CSRF)
Celah ini akan memaksa browser target yang sudah log-in
untuk mengirimkan “pre-authenticated request”terhadap aplikasi web yang
diketahui memiliki celah, dan memaksa browser target untuk melakukan hal yang
menguntungkan penyerang.
6 – Information Leakage and Improper Error Handling
Penyerang menggunakan informasi yang didapatkan dari celah
yang di akibatkan oleh informasi yang diberikan oleh web aplikasi seperti pesan
kesalahan (error) serta konfigurasi yang bisa di lihat.
7 – Broken Authentication and Session Management
Celah ini merupakan akibat buruknya penanganan proses
otentikasi dan manajemen sesi, sehingga penyerang bisa mendapatkan password,
atau key yang di gunakan untuk otentikasi.
8 – Insecure Cryptographic Storage
Aplikasi web umumnya jarang menggunakan fungsi kriptografi
untuk melindungi data penting yang dimiliki, atau menggunakan fungsi
kriptografi yang di ketahui memiliki kelemahan.
9 – Insecure Communications
Sedikit sekali aplikasi web yang mengamankan jalur
komunikasinya, hal inilah yang dimanfaatkan oleh penyerang sebagai celah untuk
mendapatkan informasi berharga.
10 – Failure to Restrict URL Access
Seringkali, aplikasi web hanya menghilangkan tampilan link
(URL) dari pengguna yang tidak berhak, tetapi hal ini dengan sangat mudah
dilewati dengan mengakses URL tersebut secara langsung.
Pengamanan secara Umum
1. Pemilihan Sistem Operasi (OS), Setting Server, dan Desain Aplikasi
2. Instalasi Patch
3. Kontrol Akses
4. Audit dan Log File
5. Menerapkan Kriptografi
6. Sekuritas Jaringan
1. Pemilihan Sistem Operasi (OS), Setting Server, dan Desain Aplikasi
2. Instalasi Patch
3. Kontrol Akses
4. Audit dan Log File
5. Menerapkan Kriptografi
6. Sekuritas Jaringan
- Network firewall
- Sentralisasi Log
- Network monitoring
- Pendeteksian gangguan serangan
7. Penggunaan Proxy (front door)
- Semua akses http melalui proxy
- Sentralisasi akses
8. Penggunaan Proxy (Integration reserve proxy)
- Kombinasikan multi web server menjadi satu
9. Penggunaan Proxy (protection reserve proxy)
- Awasi akses masuk dan keluar
- Block akses yg mencurigakan
10. Penggunaan Proxy (performance reserve proxy)
- Transparan caching
- Transparan respon
Sumber :
No comments:
Post a Comment